Monday, May 21, 2007

Selangkah Menuju Enam



Tepat dua hari lagi menjelang menjelang final UEFA Champions League (UCL) 2006/2007 yang mempertemukan Liverpool FC (Inggris) dengan Ac Milan (Italia). Penulis sedikit merasa nervous menjelang pertandingan penting ini. Tim Liverpool FC yang menjadi andalan penulis akan berusaha memenangkan kembali piala UCL ini. Ajang ini juga menjadi ajang tanding ulang final UCL 2 tahun yang lalu, tepatnya musim 2004/2005, dimana Liverpool FC berhasil memenangkan pertandingan melalui drama adu penalti setelah tertinggal 0-3 terlebih dahulu di babak pertama. Namun dengan segala daya dan upaya yang tidak kenal menyerah akhirnya berhasil menyamakan keduduk menjadi 3-3 dalam waktu 6 menit dibabak kedua (lihat ilustrasi gambar). Dan pesan moral yang tercakup didalamnya adalah, seperti tulisan yang ada pada ilustrasi gambar diatas (Look At That Scoreboard And Never In Your Life Give Up), jangan pernah menyerah oleh keadaan kalau masih ada kesempatan. Itulah yang dilakukan oleh para pemain Liverpool FC ketika itu.

Harapan penulis, Liverpool FC dapat mengulang kejayaan pada dua tahun yang lalu dengan merengkuh piala UCL untuk yang ke 6 kalinya pada tanggal 23 Mei 2007 di Athena, Yunani.

You'll Never Walk Alone.

Ilustrasi gambar diambil dari account Photobucket milik saudara Iman.

Friday, May 18, 2007

Hari Kejepit Nasional

Dilema hari kejepit nasional (harpitnas) kembali terjadi pada bulan ini. Pemerintah sudah menetapkan bahwa tanggal 18 Mei 2007 sebagai hari cuti bersama (terutama untuk pegawai pemerintah). Diluar pegawai pemerintah, yaitu pihak swasta, tidak semua perusahaan menetapkan hari ini sebagai hari libur. Jadi aktivitas tetap ada, walaupun tidak semua perusahaan. Efek dari hal ini dengan jelas bisa dilihat dari segi berkurangnya kemacetan Jakarta pada hari ini. Lebih jauh lagi, efek yang ditimbulkan adalah berkurangnya produktivitas kerja dan jalannya roda bisnis pada hari ini (dan harpitnas-harpitnas yang lain).

Banyak orang yang senang dengan kondisi seperti ini, karena libur jadi lebih panjang (kamis – minggu). Tapi tidak semuanya senang, pastilah ada pihak-pihak yang dirugikan dengan kondisi ini. Seperti tulisan Paman Tyo , beliau bilang harpitnas ini sebagai hari 'pemaksaan' cuti nasional dari Pemerintah. Dengan adanya 'pemaksaan' ini, otomatis jatah cuti tahunan akan berkurang.

Namun apapun yang terjadi, roda bisnis tetap harus jalan, terlepas dari kontroversi cuti bersama yang ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk penulis sendiri, hari ini justru hari yang penulis harapkan untuk tidak libur. Karena ada beberapa urusan penting yang harus diselesaikan hari ini.

Bagaimana menurut Anda?

Monday, May 14, 2007

Posting Blog Dengan Microsoft Office Word 2007

Percobaan pertama untuk memposting blog saya ini dengan menggunakan Microsoft Office Word 2007. Namun sayangnya tidak ada fasilitas yang mendukung pengkategorian (label) untuk blogger. Untuk sementara hanya baru itu aja salah satu kelemahan yang saya temukan.

Sunday, February 04, 2007

Sebuah Taman Air Bernama Jakarta (Bagian 1)










Tamasya Banjir Jakarta, Antara Tanah Abang - Kota

Sampai hari ini, banjir masih terus berlangsung di ibukota negara Indonesia, Jakarta. Malah cenderung ada peningkatan jumlah tempat dan volume banjir. Sore tadi sekitar pukul 16:00 WIB saya berkeliling sekitar Tanah Abang - Kota. Akses yang biasanya saya tempuh lewat kawasan Jati Baru, Tanah Abang, kini sudah tertutup oleh banjir. Sangat riskan bila dilewati oleh sepeda motor kepunyaan saya. Putar arah untuk melewati jalan alternatif seperti Jl. Lontar pun tidak bisa, karena kawasan tersebut juga sudah digenangi air setinggi paha orang dewasa. Akhirnya mau tidak mau saya memutar lewat Slipi menuju arah Semanggi dan berbelok melewati jalan Sudirman. Dijalur lambat saya pun berjalan pelan sambil melihat-lihat situasi sekitar. Yang pertama saya jumpai adalah masih adanya banjir di kawasan Bendungan Hilir. Lalu saya terus jalan menuju arah Dukuh Atas. Sempat saya memperlambat laju sepeda motor saya kembali ketika melintas di atas jembatan Dukuh Atas. Di terowongan dibawahnya air sudah hampir menutupi lampu lalu lintas.
Ketika saya sampai di Jl. MH. Thamrin, tepatnya di depan kawasan Sarinah, rupanya disana pun terendam air, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan.
Berlalu terus sepeda motor saya, ketika melewati Istana Negara, saya sempat melihat ada sebuah mobil pemadam kebakaran terparkir disana. Mungkin itu untuk persiapan penyedotan air jika akhirnya Istana Negara pun terendam oleh banjir.
Jalanan sangatlah kondusif karena tidak terlalu ramai kendaraan yang ada, sehingga tidak ada kemacetan. Banyak juga lampu-lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.
Melintasi Jl. Gajah Mada, air dari Kali Krukut sudah hampir meluber ke jalan raya. Hanya tinggal sejengkal saja, jika Bogor tetap 'berbaik hati' mengirimkan 'paket air' nya lagi, saya rasa banjir di daerah Kota tinggal menunggu waktu saja. Begitupula keadaan diseberangnya, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk, tidak jauh berbeda.
Perjalanan pulang, sengaja saya melintasi Jl. Musi untuk tembus ke daerah Petojo yang aman dari banjir, sebagai jalan pintas menuju daerah Roxy. Kira-kira 200 meter menjelang ITC Roxy Mas, jalan raya sudah terendam dengan air bah. Kembali saya pun memutar sepeda motor saya melawan arah lalu berbelok ke kanan melewati Jl. Biak yang sampai saat sore tadi masih aman dari terjangan banjir.
Dari atas jembatan Tomang saya mengamati bagaimana daerah tersebut terkubur dengan air disekelilingnya, bahkan setelah menuruni jembatan tersebut kita sudah dihadang oleh air bah. Kesempatan ini banyak digunakan oleh orang-orang sekitar untuk mengais rejeki dengan memanfaatkan ojek gerobak untuk mengangkut sepeda motor melewati banjir. Namun saya kurang tahu berapa pastinya biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan jasa dari ojek gerobak tersebut.
Saya memutuskan untuk pulang melewati Cideng lalu naik ke atas flyover Jati Baru. Baru dengan agak jelas saya mengetahui seberapa parah banjir yang menerjang daerah tersebut.
Sebelum akhirnya saya sampai dengan selamat ke rumah, daerah Petamburan, Tanah Abang dengan melewati Jl. KH. Mas Mansyur, belok ke kanan menuju Slipi kembali, saya menyempatkan diri untuk melihat keadaan di pasar Tanah Abang. Rupanya banjir dikawasan tersebut dimulai dari tempat gedung bioskop lama sampai dengan jalanan depan stasiun kereta api Tanah Abang yang juga tembus ke jembatan Jati Baru.
Banjir kali ini benar-benar parah melebihi banjir yang terjadi pada 5 tahun sebelumnya, yakni tahun 2002. Namun yang mengherankan, kenapa kita mau menjadi seperti keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama lebih dari dua kali. Rupanya, kemegahan kota Jakarta hanyalah tipuan mata belaka karena di dalamnya ternyata sangat kropos. Perencanaan Tata Kota yang tidak baik (atau tidak berjalan semestinya?) menjadi salah satu pemeran penting dalam musibah banjir tahun 2007 ini di Jakarta. Perlunya kesadaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta dalam hal ini, serta juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap salah satu peran mereka juga (sampah?) dalam banjir ini.


Catatan: Sampai malam ini ketika tulisan ini dibuat, penulis hanyalah mengandalkan kekuatan
batere dari
komputer serta telepon starone untuk koneksi internet. Karena listrik dan telepon sudah memasuki hari ketiga tidak berfungsi.

Friday, February 02, 2007

Jakarta Banjir Lagi, Macet Dan Dapur Umum Hasilnya

Gambar 1 : Efek macet akibat banjir

Gambar 2: "Banjir" dapur umum disekitar lokasi banjir

Jakarta banjir lagi tahun ini, tidak ada penanganan banjir secara serius. Siapa yang mau disalahkan, rakyat atau pemerintah? Atau kedua-keduanya bersalah.
Tempat tinggal penulis tidaklah terkena banjir, namun terkena efek dari banjir tersebut yaitu listrik mati sejak sekitar pukul 1:30 dini hari tanggal 2 februari 2007.

Catatan
: Gambar diambil menggunakan kamera ponsel nokia 6275i. Lokasi disekitar tempat tinggal penulis. Di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sunday, October 15, 2006

Keanehan Pada Yahoo Messenger v8.0.0.716

YM yang aneh


Coba diperhatikan gambar diatas, lihat kedua window dari ym tersebut (yang satu conference, yang satu lagi private message).

Pelajaran Yang Terus Berulang Dalam Kehidupan

Dalam dunia kehidupan ini sudah pasti setiap anak manusia (bahkan setiap makhluk) akan mengalami proses pembelajaran, entah itu berupa formal atau non formal. Ketika masih dalam rahim sang ibu, proses belajar pun juga terjadi. Bagaimana cara komunikasi dengan sang calon ibu, itu juga merupakan pembelajaran.
Lalu ketika lahir ke dunia ini, sang anak pun belajar untuk mencari penghidupan dengan cara bernafas dan melepaskan suara untuk yang pertama kali di dunia ini baginya. Lalu sang ibu mengajari nya bagaimana caranya makan serta minum, yang nanti akan menjadi naluri kuat dari sang anak ketika dia lapar atau haus maka dia akan menangis dan dapatlah dia pelajaran hidup yang kedua. Lalu, berikutnya bagaimana cara dia mengenali orang yang sering dilihatnya (Mostly, sang ibu), itu pelajaran ketiga. Kelanjutannya adalah bagaimana dia belajar menyebutkan nama yang diajarkan oleh ibunya, itulah pelajaran ke empat. Kemudian setelah kurang lebih satu tahun, dia akan belajar berjalan yang dimulai dari merangkak, inilah pelajaran yang kelima baginya ketika sang anak sudah dapat berdiri dan berjalan serta berlari. Dilanjutkan dengan pelajaran keenam, yaitu bagaimana sang anak belajar dalam pendidikan formal berupa sekolah tingkat dasar (TK dan SD), tingkat menengah (SMP dan SMU) serta tingkat tinggi (D1 sampai S3). Pada pelajaran ketujuh, bagaimana memasuki tahap pendewasaan diri. Kedelapan, proses komunikasi dengan lingkar luar yang sangat luas (bukan keluarga).
Kesembilan dan Kesepuluh adalah pelajaran untuk bertahan dalam kehidupan dengan bekerja dan membina keluarga untuk mengajari anak seperti mereka sebelumnya.
Dalam kehidupan ini proses-proses ini tidak pernah berhenti berulang, bahkan akan terus menerus berulang dan berulang (looping process). Makna dari ke 10 proses pembelajaran tersebut adalah :

  1. Pelajaran pertama, bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang terdekat kita (keluarga) dengan baik
  2. Pelajaran kedua, bagaimana cara menjaga jalinan hubungan yang sudah kita bina dengan tidak mengacuhkan orang-orang terdekat kita tersebut.
  3. Pelajaran ketiga, bagaimana cara memperhatikan orang-orang disekitarnya tersebut (keluarga).
  4. Pelajaran keempat, bagaimana cara menjalin silaturahmi keluarga dengan cara sering komunikasi dengan mereka, semakin sering maka kita akan semakin dekat.
  5. Pelajaran kelima, bagaimana cara berjalan dengan keluarga dengan kondisi perlahan-lahan sehingga mereka akan sama-sama maju dan tidak ada yang tertinggal.
  6. Pelajaran keenam, bagaimana cara membudidayakan keluarga dengan ilmu, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan sehari-hari.
  7. Pelajaran ketujuh, bagaimana cara menyikapi masalah-masalah dalam kehidupan, baik yang menyangkut diri sendiri, keluarga atau pun pihak luar.
  8. Pelajaran kedelapan, bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan orang diluar keluarga.
  9. Pelajaran kesembilan, bagaimana cara menyusun rencana untuk pembentukan generasi selanjutnya (regenerasi).
  10. Pelajaran kesepuluh, bagaimana cara mengajari generasi penerus kita dengan proses pelajaran pertama.
Itulah 10 looping process dalam kehidupan kita ini, hal ini sama juga dengan rantai makanan pada kehidupan binatang. Seandainya ada satu rantai yang kita potong, maka semakin lama akan semakin punah kehidupan binatang tersebut. Begitu pula dengan proses pembelajaran kehidupan itu, janganlah ada yang terlewatkan atau terputuskan karena akan menghancurkan generasi-generasi penerus kita. Bukankah kita ingin sesuatu yang lebih baik untuk masa depan daripada yang sudah ada saat ini.