Monday, May 14, 2007

Posting Blog Dengan Microsoft Office Word 2007

Percobaan pertama untuk memposting blog saya ini dengan menggunakan Microsoft Office Word 2007. Namun sayangnya tidak ada fasilitas yang mendukung pengkategorian (label) untuk blogger. Untuk sementara hanya baru itu aja salah satu kelemahan yang saya temukan.

Sunday, February 04, 2007

Sebuah Taman Air Bernama Jakarta (Bagian 1)










Tamasya Banjir Jakarta, Antara Tanah Abang - Kota

Sampai hari ini, banjir masih terus berlangsung di ibukota negara Indonesia, Jakarta. Malah cenderung ada peningkatan jumlah tempat dan volume banjir. Sore tadi sekitar pukul 16:00 WIB saya berkeliling sekitar Tanah Abang - Kota. Akses yang biasanya saya tempuh lewat kawasan Jati Baru, Tanah Abang, kini sudah tertutup oleh banjir. Sangat riskan bila dilewati oleh sepeda motor kepunyaan saya. Putar arah untuk melewati jalan alternatif seperti Jl. Lontar pun tidak bisa, karena kawasan tersebut juga sudah digenangi air setinggi paha orang dewasa. Akhirnya mau tidak mau saya memutar lewat Slipi menuju arah Semanggi dan berbelok melewati jalan Sudirman. Dijalur lambat saya pun berjalan pelan sambil melihat-lihat situasi sekitar. Yang pertama saya jumpai adalah masih adanya banjir di kawasan Bendungan Hilir. Lalu saya terus jalan menuju arah Dukuh Atas. Sempat saya memperlambat laju sepeda motor saya kembali ketika melintas di atas jembatan Dukuh Atas. Di terowongan dibawahnya air sudah hampir menutupi lampu lalu lintas.
Ketika saya sampai di Jl. MH. Thamrin, tepatnya di depan kawasan Sarinah, rupanya disana pun terendam air, sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan.
Berlalu terus sepeda motor saya, ketika melewati Istana Negara, saya sempat melihat ada sebuah mobil pemadam kebakaran terparkir disana. Mungkin itu untuk persiapan penyedotan air jika akhirnya Istana Negara pun terendam oleh banjir.
Jalanan sangatlah kondusif karena tidak terlalu ramai kendaraan yang ada, sehingga tidak ada kemacetan. Banyak juga lampu-lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.
Melintasi Jl. Gajah Mada, air dari Kali Krukut sudah hampir meluber ke jalan raya. Hanya tinggal sejengkal saja, jika Bogor tetap 'berbaik hati' mengirimkan 'paket air' nya lagi, saya rasa banjir di daerah Kota tinggal menunggu waktu saja. Begitupula keadaan diseberangnya, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk, tidak jauh berbeda.
Perjalanan pulang, sengaja saya melintasi Jl. Musi untuk tembus ke daerah Petojo yang aman dari banjir, sebagai jalan pintas menuju daerah Roxy. Kira-kira 200 meter menjelang ITC Roxy Mas, jalan raya sudah terendam dengan air bah. Kembali saya pun memutar sepeda motor saya melawan arah lalu berbelok ke kanan melewati Jl. Biak yang sampai saat sore tadi masih aman dari terjangan banjir.
Dari atas jembatan Tomang saya mengamati bagaimana daerah tersebut terkubur dengan air disekelilingnya, bahkan setelah menuruni jembatan tersebut kita sudah dihadang oleh air bah. Kesempatan ini banyak digunakan oleh orang-orang sekitar untuk mengais rejeki dengan memanfaatkan ojek gerobak untuk mengangkut sepeda motor melewati banjir. Namun saya kurang tahu berapa pastinya biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan jasa dari ojek gerobak tersebut.
Saya memutuskan untuk pulang melewati Cideng lalu naik ke atas flyover Jati Baru. Baru dengan agak jelas saya mengetahui seberapa parah banjir yang menerjang daerah tersebut.
Sebelum akhirnya saya sampai dengan selamat ke rumah, daerah Petamburan, Tanah Abang dengan melewati Jl. KH. Mas Mansyur, belok ke kanan menuju Slipi kembali, saya menyempatkan diri untuk melihat keadaan di pasar Tanah Abang. Rupanya banjir dikawasan tersebut dimulai dari tempat gedung bioskop lama sampai dengan jalanan depan stasiun kereta api Tanah Abang yang juga tembus ke jembatan Jati Baru.
Banjir kali ini benar-benar parah melebihi banjir yang terjadi pada 5 tahun sebelumnya, yakni tahun 2002. Namun yang mengherankan, kenapa kita mau menjadi seperti keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama lebih dari dua kali. Rupanya, kemegahan kota Jakarta hanyalah tipuan mata belaka karena di dalamnya ternyata sangat kropos. Perencanaan Tata Kota yang tidak baik (atau tidak berjalan semestinya?) menjadi salah satu pemeran penting dalam musibah banjir tahun 2007 ini di Jakarta. Perlunya kesadaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta dalam hal ini, serta juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap salah satu peran mereka juga (sampah?) dalam banjir ini.


Catatan: Sampai malam ini ketika tulisan ini dibuat, penulis hanyalah mengandalkan kekuatan
batere dari
komputer serta telepon starone untuk koneksi internet. Karena listrik dan telepon sudah memasuki hari ketiga tidak berfungsi.

Friday, February 02, 2007

Jakarta Banjir Lagi, Macet Dan Dapur Umum Hasilnya

Gambar 1 : Efek macet akibat banjir

Gambar 2: "Banjir" dapur umum disekitar lokasi banjir

Jakarta banjir lagi tahun ini, tidak ada penanganan banjir secara serius. Siapa yang mau disalahkan, rakyat atau pemerintah? Atau kedua-keduanya bersalah.
Tempat tinggal penulis tidaklah terkena banjir, namun terkena efek dari banjir tersebut yaitu listrik mati sejak sekitar pukul 1:30 dini hari tanggal 2 februari 2007.

Catatan
: Gambar diambil menggunakan kamera ponsel nokia 6275i. Lokasi disekitar tempat tinggal penulis. Di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sunday, October 15, 2006

Keanehan Pada Yahoo Messenger v8.0.0.716

YM yang aneh


Coba diperhatikan gambar diatas, lihat kedua window dari ym tersebut (yang satu conference, yang satu lagi private message).

Pelajaran Yang Terus Berulang Dalam Kehidupan

Dalam dunia kehidupan ini sudah pasti setiap anak manusia (bahkan setiap makhluk) akan mengalami proses pembelajaran, entah itu berupa formal atau non formal. Ketika masih dalam rahim sang ibu, proses belajar pun juga terjadi. Bagaimana cara komunikasi dengan sang calon ibu, itu juga merupakan pembelajaran.
Lalu ketika lahir ke dunia ini, sang anak pun belajar untuk mencari penghidupan dengan cara bernafas dan melepaskan suara untuk yang pertama kali di dunia ini baginya. Lalu sang ibu mengajari nya bagaimana caranya makan serta minum, yang nanti akan menjadi naluri kuat dari sang anak ketika dia lapar atau haus maka dia akan menangis dan dapatlah dia pelajaran hidup yang kedua. Lalu, berikutnya bagaimana cara dia mengenali orang yang sering dilihatnya (Mostly, sang ibu), itu pelajaran ketiga. Kelanjutannya adalah bagaimana dia belajar menyebutkan nama yang diajarkan oleh ibunya, itulah pelajaran ke empat. Kemudian setelah kurang lebih satu tahun, dia akan belajar berjalan yang dimulai dari merangkak, inilah pelajaran yang kelima baginya ketika sang anak sudah dapat berdiri dan berjalan serta berlari. Dilanjutkan dengan pelajaran keenam, yaitu bagaimana sang anak belajar dalam pendidikan formal berupa sekolah tingkat dasar (TK dan SD), tingkat menengah (SMP dan SMU) serta tingkat tinggi (D1 sampai S3). Pada pelajaran ketujuh, bagaimana memasuki tahap pendewasaan diri. Kedelapan, proses komunikasi dengan lingkar luar yang sangat luas (bukan keluarga).
Kesembilan dan Kesepuluh adalah pelajaran untuk bertahan dalam kehidupan dengan bekerja dan membina keluarga untuk mengajari anak seperti mereka sebelumnya.
Dalam kehidupan ini proses-proses ini tidak pernah berhenti berulang, bahkan akan terus menerus berulang dan berulang (looping process). Makna dari ke 10 proses pembelajaran tersebut adalah :

  1. Pelajaran pertama, bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang terdekat kita (keluarga) dengan baik
  2. Pelajaran kedua, bagaimana cara menjaga jalinan hubungan yang sudah kita bina dengan tidak mengacuhkan orang-orang terdekat kita tersebut.
  3. Pelajaran ketiga, bagaimana cara memperhatikan orang-orang disekitarnya tersebut (keluarga).
  4. Pelajaran keempat, bagaimana cara menjalin silaturahmi keluarga dengan cara sering komunikasi dengan mereka, semakin sering maka kita akan semakin dekat.
  5. Pelajaran kelima, bagaimana cara berjalan dengan keluarga dengan kondisi perlahan-lahan sehingga mereka akan sama-sama maju dan tidak ada yang tertinggal.
  6. Pelajaran keenam, bagaimana cara membudidayakan keluarga dengan ilmu, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan sehari-hari.
  7. Pelajaran ketujuh, bagaimana cara menyikapi masalah-masalah dalam kehidupan, baik yang menyangkut diri sendiri, keluarga atau pun pihak luar.
  8. Pelajaran kedelapan, bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan orang diluar keluarga.
  9. Pelajaran kesembilan, bagaimana cara menyusun rencana untuk pembentukan generasi selanjutnya (regenerasi).
  10. Pelajaran kesepuluh, bagaimana cara mengajari generasi penerus kita dengan proses pelajaran pertama.
Itulah 10 looping process dalam kehidupan kita ini, hal ini sama juga dengan rantai makanan pada kehidupan binatang. Seandainya ada satu rantai yang kita potong, maka semakin lama akan semakin punah kehidupan binatang tersebut. Begitu pula dengan proses pembelajaran kehidupan itu, janganlah ada yang terlewatkan atau terputuskan karena akan menghancurkan generasi-generasi penerus kita. Bukankah kita ingin sesuatu yang lebih baik untuk masa depan daripada yang sudah ada saat ini.

Wednesday, October 04, 2006

Kecewa Dengan Merk ZTE

Oh maaf, kami sudah tidak menangani produk ZTE yang dipakai untuk FWP starone lagi. Sekarang kami hanya menangani tipe Stylo.
Coba bapak ke ruko seberang, ruko Sanextel. Mungkin mereka bisa membetulkan.

Secara kronologis saya jelaskan, bahwa produk FWT (Fixe Wireless Terminal) atau kadang juga disebut FWP (Fixed Wireless Phone) merk ZTE kepunyaan saya mengalami masalah dengan soket tempat colokan kabel data yang menjadi jalur hubungan FWP tersebut dengan komputer saya. Saya jelas-jelas tahu bahwa produk ini sudah tidak garansi lagi karena sudah lewat dari 1 tahun. Produk ini saya pakai dengan alasan yang paling utama adalah untuk melakukan koneksi internet via starone. Sejak hari Jumat tanggal 29 September 2006 kemarin, karena masalah tersebut saya tidak bisa lagi memakai produk ini untuk sambungan internet. Hari itu juga saya telepon ke CSO (Customer Service Operator) nya starone untuk menanyakan informasi tentang problem saya ini.
Terus terang saya merasa takut,karena bukannya apa-apa. Saya ini pelanggan pasca bayar, dan FWP tersebut nomornya inject. Jadi saya takut FWP saya sembarangan dipakai teleponnya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kalau saya membawanya ke tempat-tempat sembarangan. Oleh karena itu saya memutuskan untuk membawanya pertama kali ke pihak starone (galeri Indosat di Roxymas). Ternyata pada awalnya mereka tidak bisa membantu apa-apa karena FWP saya sudah lewat masa garansi nya, dan saya dianjurkan untuk membawanya ke tempat nya ZTE yang hanya beberapa blok ruko dari galeri Indosat tersebut.
Singkat kata, yang diatas itulah kata-kata yang saya terima dari tempat (service center?) ZTE di daerah Roxymas. Saya benar-benar merasa kecewa. Bagaimana tidak, ada beberapa alasan yang membuat saya kecewa. Pertama, tempat itu jelas-jelas adalah tempat nya ZTE, tetapi mereka beralasan sudah tidak menangani produk ini lagi yang notabene hanya baru 1 tahun 3 bulan saya pakai (sejak Juni 2005). Kedua, dengan se-enaknya mereka menganjurkan saya untuk membetulkan pesawat telepon saya yang rusak ke perusahaan merk lain (Sanextel), yang mana sudah jelas-jelas produk yang saya punya adalah ZTE.
Saya benar-benar kecewa dan kesal dengan pihak ZTE. Akhirnya saya kembali lagi ke galeri Indosat dengan maksud mau meminta info lagi dan alternatif lain agar bagaimana caranya FWP saya ini bisa di servis. Karena menurut saya, pihak Indosat secara tidak langsung juga terlibat dan bertanggung jawab atas informasi tersebut. Pertama, karena saya mendapatkan FWP tersebut dari Indosat, dan Indosat mengeluarkan produk tersebut atas kerjasama dengan pihak ZTE. Kedua, karena saya adalah pelanggan pasca bayar Indosat Starone.
Sebenarnya saya tidak menyalahkan pihak Indosat, karena itu saya hanya meminta info saja. Dengan koorporatif, mereka membantu saya. Maksud awal saya hanyalah cuma untuk mengetahui dengan pasti alternatif tempat servis resmi ZTE. Setelah disuruh menunggu sekitar 15 menit, akhirnya mereka memberikan solusi kepada saya. Mereka bersedia membantu saya untuk mencoba membawa FWP saya ke Indosat pusat untuk diperbaiki dan apabila ada biaya yang harus saya keluarkan saya minta tolong agar dikonfirmasi ke saya terlebih dahulu.
Saya benar-benar salut dengan pihak Indosat dalam hal ini, karena walaupun garansi saya sudah habis, tetapi mereka masih mau mencoba membantu saya. Walaupun saya juga tidak berharap banyak (saya tahu diri, garansi saya sudah habis). Dan kepada pihak ZTE, saya benar-benar KECEWA !!!

Wednesday, September 27, 2006

Batrei Baru Dari Dell

Asikkkkkkkkkkkkk dapet batre baru dari Dell !!
Itu kalimat yang pertama kali saya ucapkan ketika pihak Dell Indonesia menghubungi saya untuk melakukan konfirmasi bahwa klaim saya untuk mengikuti program tukar batrei dari Dell diterima.
Awalnya sih sebenarnya saya hanya coba-coba saja, ketika berkali-kali membaca berita tentang kejadian laptop Dell yang terbakar di detikinet. Lalu saya mencoba mencari tahu nomor telepon pihak Dell Indonesia melalui google. Lalu saya menelpon mereka, seingat saya waktu itu tanggal 16 Agustus 2006. Dan saya mencoba klaim tukar batrei tersebut, ternyata ada sedikit kerancuan mengenai serial nomor dari batrei nya, antara huruf 'o' dan angka '0', karena hampir sangat mirip. Lalu pihak Dell Indonesia mengatakan akan menghubungi saya minggu depan-nya, karena tanggal 17 Agustus 2006 itu akan ada libur panjang sampai hari senin nya. Ternyata mereka menelpon saya hari Jumat minggu berikutnya yaitu tanggal 25 Agustus 2006, dan klaim saya diterima. Dan saya disambungkan kepada Dell Malaysia yang berkedudukan di Pulau Penang, Malaysia. Orang asing rupanya yang berbicara diseberang sana dengan saya. Dengan sedikit kemampuan bahasa Inggris saya, walaupun agak terputus-putus sambungan teleponnya, akhirnya selesai juga pembicaraan kami yang intinya hanyalah permintaan informasi lengkap tentang saya dan sedikit info tentang laptop Dell Inspiron 600m milik saya.
Mereka menjanjikan 20 hari kerja setelah tanggal 25 Agustus 2006 tersebut untuk mengganti batrei laptop saya. Mereka akan kirim kurir, jadi sistem jemput bola. Saya sangat salut dengan ini, karena mereka paham bahwa mungkin sebagian besar dari pengguna produk mereka adalah orang yang bekerja di kantor.

Singkat kata, setelah hampir hari kerja ke 20 itu, saya masih belum menerima batrei pengganti atau pun setidaknya telepon dari pihak mereka.
Tanggal 18 September 2006 saya menerima email dengan subjek Dell Battery Recall Program. Dalam hati saya berpikir, "ini dia yang ditunggu-tunggu". Ternyata mereka mengabarkan ke saya bahwa mereka tidak bisa menghubungi no telepon yang saya kasih kepada mereka. Mereka salah dalam mencatat no telepon kantor saya dan no telepon handphone saya. Akhirnya pada hari itu juga mereka mengantarkan ke kantor saya dan saya menerima batrei baru dari Dell tanpa membayar sepeserpun.
Batrei baru tersebut rupanya Made in Korea, sedangkan batrei asli yang saya punya adalah Made in Japan. Tetapi, tidak mengapalah karena sampai saat ini saya tidak mengalami permasalahan dengan batrei baru ini, malah saya bersyukur karena dapat batrei baru yang kualitasnya masih bagus (batrei saya yang lama sudah hampir 2 tahun saya pakai, dan kualitasnya sudah agak menurun).
Terima kasih Dell !!